Minggu, 01 Januari 2012

Mereka semua berdatangan. Mereka mencoba membuatku tertawa. Mereka mengajakku bermain. Sebagian bermain untuk bersenang-senang, dan sebagian untuk dikenang. Dan kemudian mereka pergi, meninggalkan aku ditengah reruntuhan permainan, tanpa tahu yang mana harus dikenang dan yang mana untuk sekedar bersenang-senang. Dan meninggalkan aku dengan gema dari tawa yang bukan milikku. Lalu datanglah kau, dengan caramu yang lucu. Tidak seperti yang lain. Dan kau membuatku menangis tersedu-sedan. Dan tampaknya kau tidak peduli meski aku menangis. Kau bilang permainan sudah selesai. Dan menunggu, sampai seluruh air mataku berubah menjadi kebahagiaan.

Selasa, 29 November 2011

UNTUK PERTAMA KALINYA


Untuk pertama kalinya aku menulis dalam sebuah blog, sebenarnya sedikit malu dan takut, tapi keberanian yang meski hanya kecil ternyata tumbuh dalam diriku. Sedikit terlambat untuk aku terperangah, karena aku sebetulnya berada dalam sekeliling orang - orang yang begitu hebatnya menyadarkan aku untuk belajar menulis. Mereka selalu berkata “Kamu harus belajar untuk menulis! Menulis itu jangan berpikir, idenya harus datang dari hati. Dan jangan mempedulikan pada mereka yang akan mecerca hasil tulisanmu, bahkan mereka sendiri pun belum tentu bisa melakukan apa yang kamu lakukan untuk menulis.” Itu hanya sebuah kalimat kecil, tapi sangat memberikan dampak pada paradigma yang telah tersusun sangat rapih dalam pikiranku. Mau tidak mau, pada kenyataannya kalimat itulah yang mendorongku untuk belajar menulis. Hari ini adalah hari pertamaku untuk memulai belajar apa yang selama ini aku tidak lakukan. Mengerti untuk menulis sesuatu.